



Penyimpanan
Penyimpanan adalah merekam (penyimpanan) informasi (data) dalam media penyimpanan. DNA dan RNA, tulisan tangan, rekaman fotografi, pita magnetik, dan cakram optik adalah contoh dari media penyimpanan.
Fotografer: Selvi Utami
Memory Card
Sumber: lesdeuxpiedsdehors.com
Memory card adalah media penyimpanan yang sangat umum untuk kamera digital. Ukuran fisiknya kecil dan pada umumnya memiliki kapasitas berkisar dari 16GB hingga 64GB, ada juga yang mencapai 256GB.
Memory card sebenarnya bukan media penyimpanan yang ideal untuk jangka panjang. Fungsi memory card adalah sebagai media penyimpanan data foto sementara, dan kemudian akan dipindahkan ke media lain yang lebih besar dan awet untuk penyimpanan jangka panjang.
Flash Drive
Sumber: popsci.com
Flash drive biasa disebut juga USB atau Thumb drive. Sama dengan memory card, kapasitas flash drive relatif kecil dan biasanya hanya digunakan sebagai media penyimpanan sementara saja karena ukurannya yang kecil beresiko hilang.
Harddisk
Sumber: amazon.ca
Harddisk atau hard drive/HDD adalah tempat penyimpanan yang memiliki ukuran fisik kecil namun dapat menampung banyak data. Harddisk ada yang bersifat internal yaitu di dalam komputer/laptop/notebook dan ada juga yang sifatnya eksternal yaitu terpisah dari komputer dan disambungkan dengan kabel USB atau firewire.
CD/DVD
Sumber: techterms.com
CD dan DVD memiliki dua jenis, CD-R dan CD-RW. CD-RW bisa ditulis, dihapus dan diisi ulang, sedangkan CD-R hanya bisa ditulis sekali dan tidak bisa dihapus dan diubah isinya namun dalam penggunaannya lebih aman.
CD atau DVD sempat popular 10 tahun lalu sebagai media penyimpanan yang dapat bertahan setidaknya 100 tahun lamanya, tapi seiring waktu, kapasitas CD dan DVD terasa sangat terbatas dan juga daya tahannya tidak seperti yang dipromosikan. Banyak CD/DVD rusak dalam beberapa tahun saja. Selain itu, di era sekarang banyak laptop dan komputer yang tidak menyediakan CD/DVD drive.
Media Sosial
Sumber: cnet.com
Mengunggah foto ke Facebook, Instagram atau media lain biasanya bukan solusi jangka panjang yang baik, karena kualitas foto yang diunggah akan mengalami penurunan kualitas karena dikompres ukurannya oleh mesin otomatis dari situs media sosial.
Terdapat resiko kehilangan akun karena hack, lupa password, atau penyebab lainnya sehingga bisa kehilangan foto-foto. Selain itu, ada juga kemungkinan bahwa situs media sosial tersebut ditutup, contohnya seperti friendster.com dan path.com
Cloud
Sumber: zapier.com
Media yang termasuk baru ini memungkinkan mengunggah foto ke media penyimpanan yang dikelola perusahaan orang lain, dan sebagai imbalannya biasanya terdapat pembayaran secara berkala, seperti langganan. Contohnya Dropbox, Google Drive, Microsoft One Drive, Flickr, dan iCloud.
Cloud dianggap sangat aman karena file akan aman meskipun komputer maupun harddisk kita hilang atau rusak, dan kita dapat mengaksesnya dimana saja asal ada koneksi internet. Kelemahannya yaitu jika lupa membayar langganan, atau perusahaan tersebut menutup layanannya, maka foto-foto yang disimpan didalamnya juga akan hilang.

Komposisi
Komposisi fotografi adalah cara bagaimana seseorang menempatkan objek ke dalam fotonya. Dengan menguasai komposisi maka akan berpengaruh pda teknik yang diterapkan, sehingga mempengaruhi sudut pandang dalam melihat foto.



Fotografer: Selvi Utami

Tujuan komposisi dalam fotografi adalah untuk mengorganisasikan berbagai komponen foto yang saling berlainan, menjadi sedemikian rupa sehingga gambar tersebut menjadi suatu kesatuan yang saling mengisi, serta mendukung satu sama lainnya, dengan demikian, menjadi lebih indah dipandang. Terdapat tiga bagian komposisi dalam fotografi, diantaranya..

Bidang pandang

Komposisi dasar

sudut pengambilan gambar


Extreme Long Shot (ELS)
Long Shot (LS)
Sumber: domestika.org; Fotografer: Jan Gottweiss
Pada bidang pandang ini, gambar diambil dari jarak yang sangat jauh, sehingga gambar memiliki panjang, luas dan berdiameter lebar. Walaupun gambar terlihat sangat kecil dalam frame, orang yang melihat gambar ini tetap akan mengetahui bahwa subjek adalah manusia.
Sumber: domestika.org; Fotografer: Joshua Newton
Pada bidang pandang ini, subjek hampir memenuhi frame dari kaki sampai atas kepala. Aktivitas dari subjek mulai terlihat walaupun ekspresinya belum terlihat jelas.
Medium Long Shot (MLS)
Sumber: domestika.org; Fotografer: Chris Benson
Pada shot ini, diperlihatkan objek manusia dari atas lutut sampai atas kepala. Dibanding bidang pandang long shot, objek terlihat lebih dekat. Bidang pandang ini bertujuan untuk memperlihatkan secara jelas aktivitas yang dilakukan objek.
Medium Shot (MS)
Sumber: bethgarrabrant.com; Fotografer: Beth Garrabrant
Objek ditampilkan dari atas pinggang sampai atas kepala, sehingga objek terlihat lebih besar daripada bidang pandang sebelumnya. Dalam bidang pandang ini, latar belakang masih terlihat dominan daripada objek dan ekspresi objek mulai terlihat.
Medium Close Up (MCU)
Sumber: fashionablymale.net; Fotografer: Gregory Harris
Objek diperlihatkan dari bagian dada sampai atas kepala. Bidang pandang ini sering digunakan pada adegan yang membutuhkan kejelasan pada mimik dan ekspresi tanpa menghilangkan informasi tentang aktivitas yang dilakukan objek.
Close Up (CU)
Sumber: taylorpictures.net; Fotografer: Mert Alas & Marcus Piggott
Objek mengisi seluruh frame dan terlihat jelas detail dari objek dan menampilkan seluruh wajah. Wajah objek menjadi pusat perhatian dan latar belakang terlihat minim.
Big Close Up (BCU)
Sumber: vogue.com; Fotografer: Martina Bertacchi
Objek mengisi seluruh frame dan jelas detail dari objek. Bidang pandang ini menampilkan seluruh wajah tanpa terlihat latar belakang. Hampir sama dengan close up, big close up lebih menonjolkan ketegasan ekspresi objek.
Extreme Close Up (ECU)
Sumber: vogue.com; Fotografer: Sarah Klose
Extreme Close Up adalah shot yang menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Tujuan dari shot ini adalah untuk memperlihatkan detail pada suatu objek seperti mata, bibir, dan lainnya.




Eye-Level Shot
Sumber: harpersbazaar.com; Fotografer: Agata Pospieszynska
Eye-level shot merupakan pengambilan gambar atau angle yang netral sehingga disebut juga normal angle. Pada angle ini tingginya kamera membidik harus sejajar dengan subjek/objek yang dibidik.
Bird’s-Eye Angle
Sumber: unsplash.com; Fotografer: Humphrey Muleba
Foto yang diambil dengan posisi angle ini akan memperlihatkan sudut pengambilan gambar dari ketinggian. Contohnya seperti foto diatas yang menampilkan seluruh isi lingkungan, seperti kolam renang, kursi, dan pepohonan.
High Angle
Sumber: bethgarrabrant.com; Fotografer: Beth Garrabrant
Angle ini memotret objek dari ketinggian, hanya saja angle ini tidak se-ekstrem bird’s-eye angle. Jika digunakan untuk memotret seseorang maka tingginya sorotan kamera harus lebih tinggi dari posisi kepala orang tersbeut.
Low Angle
Sumber: unsplash.com; Fotografer: Emmanuel Appiah
Angle ini merupakan sudut pengambilan gambar yang rendah dan jika digunakan untuk memotret seseorang maka tingginya sorotan kamera harus lebih rendah dari kepala orang tersebut.
Frog-Eye Angle
Sumber: unsplash.com; Fotografer: Emmanuel Appiah
Frog-Eye angle merupakan sudut pengambilan gambar yang sangat rendah, bahkan kerendahannya lebih ekstrim daripada low angle.
Canted Angle
Sumber: unsplash.com; Fotografer: Karina Lago
Canted angle disebut juga oblique angle, yaitu pemilihan sudut pengambilan gambar yang sengaja dimiringkan. Angel ini biasanya digunakan untuk menghasilkan foto yang unik.


Rule of Thirds
Simetri
Sumber: unsplash.com; Fotografer: Ben Vaughn
Aturan ini sangat mudah dipahami, hanya perlu membagi frame menjadi 9 bagian sama besar. Komposisi ini sangat berguna untuk membentuk struktur komposisi sebuah gambar.
Sumber: unsplash.com; Fotografer: Junhan Foong
Komposisi foto ini meletakkan sebuah objek dan membagi bidang foto sama rata kanan dan kiri sehingga terlihat simetris. Foto yang dihasilkan biasanya memiliki kesimetrisan antar bagian atas, bawah, kanan, dan kiri.
Framing
Sumber: dpview.com; Fotografer: kievfotog
Framing adalah membingkai objek utama atau Point of Interest di kelilingi dengan elemen lain dalam foto. Tujuan framing ini adalah mata para penonton akan fokus pada objek foto. Framing juga menghasilkan efek ruang yang tajam pada foto yang dihasilkan.
Perspektif
Sumber: unsplash.com; Fotografer: Matteo Kutufa
Perspektif adalah pengambilan gambar dengan memanfaatkan efek jauh dekat yang dihasilkan oleh lensa sehingga menimbulkan suatu dimensi yang baik. Hal ini bisa diperoleh dengan pengaturan angle dan jarak yang tepat sehingga bisa menghasilkan foto yang berdimensi.
Fill the Frame
Sumber: unsplash.com; Fotografer: Jonathan Borba
Foto ini dipotret dengan memenuhi frame foto dengan objek. Memenuhi frame dengan objek dan meninggalkan sedikit ruang atau tidak ada ruang sama sekali di sekitar frame dapat menjadi efektif utnuk situasi tertentu.
S-Curve
Sumber: unsplash.com; Fotografer: Edrin Spahiu
Komposisi kurva-s yaitu menempatkan elemen visual garis lengkung ke dalam frame foto untuk menambah kesan pergerakan pada gambar yang statis.